Animal motifs on rock art in Papua and West Papua

R. Cecep Eka Permana, Zubair Mas’ud

Abstract


Most of the rock art in Indonesia is found at prehistoric sites, specifically caves or cliffs in South Sulawesi, Southeast Sulawesi, East Kalimantan, Maluku, Papua, and West Papua. Most rock art with animal motifs is mainly located in Papua and West Papua. Therefore, the data in this paper are mostly based on the results of research conducted during the last ten years at rock art sites in Papua Province (with hinterland and mountainous characteristics) and in West Papua Province (with coastal and archipelagic characteristics). An analysis of these animal motifs has demonstrated that lizard and fish motifs dominate rock art in these provinces. However, rock art in Papua and West Papua also depicts turtles, snakes, birds, and several types of marine animals. The depiction of animals in rock art in Papua and West Papua has generally been interpreted as ancestor worship. However, this research argues that the interpretation of animal motifs is also related to the ongoing communal concerns and traditions, such as the fertility of the fields, success in fulfilling daily needs, and healing diseases.


Keywords


Rock art; animal motifs; Papua; West Papua; interpretation of animal motifs; ancestor worship.

Full Text:

PDF

References


Arifin, Karina. 2015. “Situs-situs prasejarah di Indonesia; Situs-situs di Papua dan Papua Barat”, in: R. Cecep Eka Permana (ed.), Gambar cadas prasejarah di Indonesia, pp. 183-212. Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Arifin, Karina and Philippe Delanghe. 2004. Rock art in West Papua. Paris: UNESCO Publishing.

Aubert, M. et al. 2014. “Pleistocene cave art from Sulawesi, Indonesia”, Nature 514 (7521): 223-227.

Aubert, M. et al. 2019. “Earliest hunting scene in prehistoric art”, Nature 576 (7787): 442-445.

Awe, Rokus Due. 2000. “Lukisan dinding gua di Pulau Muna; Identifikasi jenis hewan”, Jurnal Walennae 4(III/Juni): 5-12.

Bachtiar, Harsya W. 1993. ”Sejarah Irian Jaya”, in: Koentjaraningrat (ed.), Irian Jaya membangun masyarakat majemuk, pp. 42-56. Jakarta: Penerbit Djambatan.

Brumm, Adam. et al. 2021. ”Oldest cave art found in Sulawesi”, Science Advances 7(3): 46-48. [DOI: 10.1126/sciadv.abd4648.]

Currie, Gregory. 2009. “Art for art’s sake in the Old Stone Age”, Postgraduate Journal of Aesthetics 6(1): 1-23.

Deda, Andreas Jefri and Suriel Semuel Mofu. 2014. “Masyarakat hukum adat dan hak Ulayat di Provinsi Papua Barat sebagai orang asli Papua ditinjau dari sisi adat dan budaya; Sebuah kajian etnografi kekinian”, Jurnal Administrasi Publik 2(11): 11-22.

Djami, Erlin Novita Idje. 2016. Laporan penelitian arkeologi; Jejak-jejak peradaban manusia di Lembah Balim Kabupaten Jayawijaya. Jayapura: Balai Arkeologi Papua, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Djami, Erlin Novita Idje and Hari Suroto. 2017. “Makna motif lukisan Megalitik Tutari”, Jurnal Arkeologi Papua 9/1 (Juni): 49-57

Fairyo, Klementin et al. 2010. Laporan penelitian arkeologi; Penelitian arkeologi prasejarah di Pulau Misool Kabupaten Raja Ampat. Jayapura: Balai Arkeologi Papua, Badan Pengembangan Sumberdaya Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Fairyo, Klementin et al. 2011. Laporan penelitian arkeologi; Survei prasejarah di Distrik Web Kabupaten Keerom. Jayapura: Balai Arkeologi Papua, Badan Pengembangan Sumberdaya Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Fairyo, Klementin et al. 2015. Laporan penelitian arkeologi; Eksplorasi arkeologi dan etnoarkeologi di Kampung Kayu Batu Distrik Jayapura Utara Kota Jayapura. Jayapura: Balai Arkeologi Jayapura. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Fairyo, Klementin. 2016. “Lukisan dinding gua prasejarah di perbatasan Indonesia-Papua Nugin”, Kalpataru, Majalah Arkeologi 25/2 (November): 117-130.

Fairyo, Klementin et al. 2017. Laporan penelitian arkeologi; Penelitian lukisan dinding gua prasejarah di wilayah perbatasan Indonesia-Papua New Guinea (Kampung Yabanda Distrik Senggi dan Kampung Yuruf Distrik Web Kabupaten Keerom). Jayapura: Balai Arkeologi Papua, Badan Pengembangan Sumberdaya Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Fairyo, Klementin et al. 2019. Laporan penelitian arkeologi; Tipologi gambar cadas di kawasan Teluk Wondama. Jayapura: Balai Arkeologi Papua, Badan Pengembangan Sumberdaya Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Garfinkel, Alan P. et al. 2009. “Myth, ritual, and rock art; Coso decorated animal-humans and the animal master“, Rock Art Research 26(2): 179-197.

Griapon, Kristian V. and Samsul Ma’rif. 2016. “Pola penerapan hukum adat dalam penyelenggaraan pembangunan di Wilayah Pembangunan III Grime Kabupaten Jayapura-Papua”, Jurnal Wilayah dan Lingkungan 4/1 (April): 13-28.

Halverson, John. 1987. “Art for art’s sake in the Paleolithic”, Current Anthropology 28(1): 63-89.

Ijie, Origenes Reagen. 2003. Kongres Rakyat Papua II merupakan resolusi dasar menuju Papua merdeka. Jakarta: Bumi Intitama Sejahtera.

Kartika, S.D. and G.P. Nanang. 2004. Pengantar estetika. Bandung: Rekayasa Sains.

Lewis-Williams, David. 2002. The mind in the cave; Consciousness and the origins of art. London: Thames & Hudson.

Mansoben, J.R. 1994. Sistem politik tradisional di Irian Jaya. Jakarta: Penerbit LIPI-RUL.

Maryone, Rini. 2011. “Totemisme pada budaya Asmat”, Jurnal Arkeologi Papua 3/1 (Juni): 51-64.

Mas’ud, Zubair. 2016. Laporan penelitian arkeologi; Penelitian gambar cadas di kawasan Teluk Triton Kabupaten Kaimana. Jayapura: Balai Arkeologi Papua, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mas’ud, Zubair et al. 2017. Laporan penelitian arkeologi; Penelitian gambar tebing di kawasan Danau Kamaka Kabupaten Kaimana. Jayapura: Balai Arkeologi Papua. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mas’ud, Zubair. 2018. Direktori gambar tebing kawasan situs Maimai Kabupaten Kaimana. Kaimana: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kaimana.

Mas’ud, Zubair. 2020. Laporan penelitian arkeologi; Identifikasi tulang binatang kaitannya dengan gambar cadas. Jayapura: Balai Arkeologi Papua. Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mulyadi, Yadi. 2016. “Distribusi dan sebaran situs gambar cadas di Indonesia; Sintesis penelitian”, Jurnal Arkeologi Malaysia Vol. 29 No. 2 (September): 43-56.

Müller, Kal. 2008. Mengenal Papua. Singapore: Daisy World Books.

Müller, Kal. 2011. Pesisir Selatan. Singapore: Daisy World Books.

Nasruddin. 2015. “Membaca dan menafsirkan temuan gambar prasejarah di Pulau Misool, Raja Ampat, Papua Barat”, Sangkhakala 18(2): 150-168.

Oktaviana, Adhi Agus. 2015. “Situs-situs prasejarah di Indonesia; Kawasan Pulau Muna, Sulawesi Tenggara”, in: R.

Cecep Eka Permana (ed.), Gambar cadas prasejarah di Indonesia, pp. 145-170. Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pasaribu, Yosua Adrian and R. Cecep Eka Permana. 2017. “Binatang totem pada seni cadas prasejarah di Sulawesi Selatan”, AMERTA Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi 35/1 (Juni): 1-74.

Pasaribu, Yosua Andrian, Muhamad Oksy Rahim, and Feri Latief. 2020. “Konteks budaya motif binatang pada seni cadas prasejarah Misool, Raja Ampat, Papua Barat”, Amerta: Jurnal penelitian dan Pengembangan Arkeologi 38/1 (Juni): 1-16.

Permana, R. Cecep Eka. 2014. Gambar tangan gua-gua prasejarah Pangkep-Maros Sulawesi Selatan. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Permana, R. Cecep Eka. 2015. “Situs-situs prasejarah di Indonesia; Kawasan Maros Pangkep, Sulawesi Selatan”, in R. Cecep Eka Permana (ed.), Gambar cadas prasejarah di Indonesia, pp. 96-144. Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Permana, R. Cecep Eka. 2019. “Gambar cadas Kaimana (Papua Barat) dan kaitannya dengan Austronesian Painted Tradition (APT)”, Prosiding Seminar Nasional Arkeologi Balai Arkeologi Jawa Barat (12-21 November 2019), pp. 23-36. Bandung: Balai Arkeologi Jawa Barat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pigay, Decki Natalis. 2000. Evolusi nasionalisme dan sejarah konflik politik di Papua (Sebelum, saat dan sesudah integrasi). Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Prasetyo, Bagyo. 2001. Berita penelitian arkeologi; Pola tata ruang dan fungsi situs Megalitik Tutari, Kecamatan Sentani Kabupaten Jayapura Provinsi Irian Jaya. Jayapura: Balai Arkeologi Papua, Pusat Penelitian Arkeologi Balitbang, dan Diklat Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Röder, J. 1939. “Rock-pictures and prehistoric times in Dutch New Guinea”, Man 39 (November): 175-178.

Rumansara, Enos H. 2015. “Memahami kebudayaan lokal Papua; Suatu pendekatan pembangunan yang manusiawi di Tanah Papua”, Jurnal Ekologi Birokrasi 1/1 (Februari): 47-58.

Sauvet, Georges et al. 2009. “Thinking with animals in Upper Palaeolithic rock art”, Cambridge Archaeological Journal 19(3): 319-336.

Setiawan, Pindi. 2015. “Temuan mutakhir situs gambar cadas; Kawasan Sangkulirang, Kalimantan Timur”, in: R. Cecep Eka Permana (ed.), Gambar cadas prasejarah di Indonesia, pp. 339-376. Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Suharyo. 2019. “Perlindungan hukum pertanahan adat di Papua dalam Negara Kesejahteraan”, Jurnal RechtsVinding 8/3 (Desember): 461-476.

Sukandar, Sri Chiirullia et al. 2019. Laporan Penelitian Arkeologi; Jejak peradaban pulau terdepan di Kabupaten Raja Ampat Papua Barat. Jayapura: Balai Arkeologi Papua. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Badan Penelitian dan Pengembangan.

Suradjijo, Surjo (1994). Filsafat seni II. Surakarta: UNS Press.

Suroto, Hari. 2010. Prasejarah Papua. Denpasar: Udayana University Press.

Suroto, Hari. 2014. “Babi dalam budaya Papua”, Jurnal Arkeologi Papua 6/1 (Juni): 37-44.

Suroto, Hari. 2017. “Tradisi berburu suku Bauzi di Mamberamo Raya”, Jurnal Arkeologi Papua 6/2 (November): 179-186.

Suroto, Hari et al. 2019. Jejak peradaban Kabupaten Teluk Wondama Pulau Rumberpon dan Pulau Roon. Jayapura: Balai Arkeologi Papua, Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Teluk Wondama.

Susanto, Mikke. 2012. Diksi rupa; Kumpulan istilah dan gerakan seni rupa. Yogyakarta/Bali: DictiArt Lab Yogyakarta and Djagad Art House.

Poesponegoro, Marwati Djoened, Nugroho Notosusanto, R.P. Soejono, and R.Z. Leirissa (eds). 2008. Sejarah Nasional Indonesia, I: Zaman prasejarah di Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Ucko, P.J. and A. Rosenfeld. 1967. Palaeolithic cave art. London: World University Library.

Wright, Duncan et al. 2013. “An archaeological review of Western New Guinea”, Journal of World Prehistory 26(1): 25-73.




DOI: http://dx.doi.org/10.17510/wacana.v23i1.1130

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Free counters!    Facebook Wacana    Twitter Wacana

View My Stats